Halaman

Rabu, 25 Desember 2013

Berfikir

Berfikir adalah ciri has seorang manusia yang berakal, orang yan berakal sempurna tentu ia memiliki logika alami, yaitu logika kodratiyah atau disebut juga logika bawaan. pada suatu hari saya ditelpon oleh teman dekat malam-malam, ia menyuruh saya untuk menemuinya pada waktu itu juga, ia menyuruh saya untuk segera berangkat, tidak biasanya dia nelpon malam-malam dan menyuruh saya untuk segera menemuinya. dari kejadian demikian saya menyimpulkan bahwa teman saya mempunyai kepentingan yang sangat mendesak, meskipun dia tidak mengungkapkannya saya bisa menyimpulkan dari hal tersebut dia memang memiliki kepentingan, dalam kisah di atas ini menunjukkan terhadap akal/logika alami.

Logika alami, semua orang memilikinya, tanpa harus belajar manusia bisa menggunakan logika tersebut, namun untuk memikirkah hal-hal yang lebih sulit dan banyak seluk beluknya maka kemungkinan logika demikian tidak akan mampu untuk menyelesaikannya. oleh karena itu supaya sampai memahami masalah yang begitu kompleks dan rumit maka disarankan untuk mempelajari prinsip berfikir melalui prosedur pemikiran yang diajarkan oleh aristoteles berupa logika tradisional.

maka oleh karena itu di sini akan dibahas masalah logika tradisional, dalam menentukan sebuah kesimpulan tentunya terdapat aturan-aturan tertentu, dan aturan atau prosedur tersebut haruslah ditaati, untuk menyusun premis-premis harus disesuaikan dengan prosedurnya. antara proposisi-proposisi harus sejalan dengan kaidah-kaidahnya, kaidah tersebut adalah berupa prinsip yang akan diterangkan pada postingan yang selanjutnya.

Berfikir adalah merupakan tugas bagi hewan yang berakal budi, untuk mencari jati diri tentunya sebagai manusia kita jangan membiarkan logika tidak berguna. seorang manusia tentunya kita mampu menemukan siapakah diri kita, dari manakah kita berasal. sebagai seorang yang berakal budi tentu tidak akan rela jika kita selalu dibodohi keadaan, yaitu keadaan yang menghalangi terhadap eksistensi yang sebenarnya tentang diri kita. kebenaran sejati harus dicari, karena itu merupakan tugas yang harus kita tuntaskan secara personal.

Sebagai makhluk yang diberi keleluasanaan untuk berfikir, manusia memiliki fasilitas yang berharga, yaitu fasilitas yang disebut dengan logika. berbicara tentang logika merupakan pembicaraan yang akan menyangkut tentang kerohanian. karena sebab rohani tidak mungkin dibatasi oleh manusia, maka logikapun demikian. dalam diri manusia terdapat jasmani dan rohani, secara fundaamental ruhani tidak terbatas namun karena manusia merupakan struktural jasmani dan ruhani ia menjadi terbatas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar